Langsung ke konten utama

Cerita #1

 Akhir - akhir ini aku mulai muncul kembali pertanyaan tentang apa yang terjadi hingga saat ini dan berputar - putar di dalam otakku. Bertanya kenapa sering sekali moment yang menyedihkan kerap sekali mudah di ingat oleh otak kita tanpa sadar. Padahal seharusnya banyak pula moment - moment bahagia yang ada tapi kenapa akan lebih mudah mengingat yang rasanya tidak begitu baik pada diri kita. Eh tapi bukan kita tapi lebih tepatnya diriku sendiri. Apakah sama ? hampir setahun rasanya begini - begini saja dan tidak berubah, tapi setidaknya aku dapat bertahan dengan up and down yang sangat luar biasa. Memaksan diri untuk bertahan untuk menerima dan membiasakan yang sebetulnya bukan yang di inginkan. Dan ternyata waktu berjalan begitu sangat cepat seakan memunculkan pertanyaan - pertanyaan kembali entah sampai kapan akan seperti ini. Setiap sebelum tidur selalu berdoa memohon bahwa hari esok akan jauh lebih baik.

Bertanya apakah kurang bersyukur ? kurang berdoa ? kurang meminta ? atau entalah. Seakan yang ada rasa lelah, capek, kecewa membelenggu menjadi satu seakan menyihir diri sendiri padahal otak sudah selalu menstimulasi bahwa semua akan baik - baik saja meski pada kenyataannya kini masih jauh dari kata baik - baik saja. Sempat beberapa waktu yang lalu merenung sebenarnya apa rencana Tuhan ? ibarat roda selalu berputar terkadang di atas terkadang di bawah dan kini sedang di bawah tak tau kapan akan terangkat ke atas. How pity this life merasakan mengasihani diri sendiri itu ternyata menyedihkan di bandingkan rasa empati yang ada pada diri sendiri untuk orang lain. Jika dulu kita sebelum dilahirkan di katakan bahwa kita di perlihatkan mengenai kehidupan seperti apa yang akan kita jalani di dunia sebanyak 77 kali sebelum kita di lahirkan hingga akhirnya kita setuju untuk di lahirkan di dunia ini. Entah apa yang yang aku lihat saat itu hingga aku setuju dan merasa mampu untuk menjalani hidup yang kini ada di part yang rasanya begitu berat.


Apakah benar adanya pelangi setelah hujan ? ragu akan semuanya ? tidak, aku selalu percaya dan meminta ini semua akan lekas akan baik- baik saja. Namun nyatanya semua kini juga sudah banyak berubah bahwasanya kini sudah memasuki bulan juni namun nyatanya masih saja hujan turun. Ah mengapa rasanya rasa sedih ini makin menjadi - jadi. Selalu berusaha untuk tidak selalu membandingkan diri sendiri dengan hidup orang lain. Namun hati kecil kembali bertanya mengapa ya orang lain memiliki proses pelajaran hidup yang begitu mudah terlahir hidup dengan bahagia dari sisi cerita sepanjang hari beruntung memiliki lingkungan yang bagus sukses dalam kehidupan sehari - hari , edukasi, relationship dengan step - step yang normal normal saja tanpa jungkir balik. Ataukah itu pun juga sebuah ilusi bahwa rumput tetangga memang lebih hijau. Sedangkan diri ini harus terluka, menangis, jatuh bangun. Tuhan cerita seperti apa yang engkau siapkan untuk akhir ini. Entah lah entah tangga seperti apa yang harus di lalui untuk mencapai kata Bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TSK untuk Tokutei Gimou mandiri

Heho alhamdulilah per 8 November 2021 jepang telah membuka bagi mereka yang ingin pergi kerjepang baik untuk visa study, visa magang, dan visa kerja. Namum belum buka untuk visa wisata. Semoga bumi ini cepat dapat pulih kembali dan normal seperti sedia kala ya Amin. Kali ini aku mau update mengenai proses TG ku setelah bulan lalu aku mengikuti ujian SSW. Agak sedih yorobun sekarang masih mentok tahap job hunting. Meski jepang sudah di buka ku fikir semuanya kan mudah tapi ternyata tidak semudah yang di bayangkan. Perusahan – perusahan jepang sepertinya masih berfikir untuk merekrut karyawan dari luar negri. Balik lagi semua ini karna corona. Jika kemarin masih sudah pusing dengan job hunting melaluli carrier advisor agen di Indonesia, sekrang mesti lagi juga semangat berjuang untuk griliya cari carrier advisor agen di jepang. Karena aku meilih untuk TG jalur mandiri. Sebenarnya TG itu bisa juga langsung apply melamar kerja langsung ke perusahaan tapi memang agak agak sulit juga apalagi...

Mendan dengan TSK Tokutei Ginou

Selamat tahun baru semuanya, Akemashite omedetou gozaimasu yoi o toshi o ! Bagaimana masih semangat ? walaupun hilal belum terlihat entah sampe kapan ini border ke jepang akan di buka. Semoga lekas di buka ya dan bagi yang masih prepare untuk persiapan ujian JFT, SSW, dan yang lainnya semoga di beri kelanjaran dan kemudahan Amin. Kali ini aku akan share dan tips mengenai Mendan dengan TSK bagi para pejuang TG. Untuk mendapatkan visa TG itu ada beberapa step yang harus dilalui. Sebelumnya aku telah menjelaskan bagaimana cara nya cari job TG sendiri. Disini aku akan lebih menjelaskan bagi kalian yang memang ingin melalui prosesnya melalui mandiri. Yang aku tulis ini sesuai dengan apa yang aku alami dan lebih khusus untuk yang ingin mengambil job kaigo. Untuk job lainya mungkin sebagian besar sama sih. Mendan bersama TSK ini adalah proses screening yang akan menentukan seorang kadidat ini layak atau tidaknya untuk di perkenalkan oleh mereka kepada perusahan – perusahan di jepang sesuai de...

SSW Kaigo

Akhirnya aku menyerah untuk mengejar working visa ke jepang dan banting stir ke Tokutei Ginou. Ini adalah visa yang lebih mudah dan kita semua bisa apply dengan syarat memiliki sertifikat minimal JLPT N4 atau JFT A2 dan sertifikat keahlian. Keahliannya pun banyak namun di indonesia sekarang baru tersedia bebera bidang seperti kaigo, pertanian, pengolahan makanan, dan restaurant. Semua bisa mengikuti ujian tersebut dengan minimal usia 18 tahun. Aku sendiri tertarik untuk mengikuti dalam bidang kaigo. Kaigo adalah jenis perawatan lansia, jadi nanti kerja nya ya di panti jompo. Alasan ku tertarik karena Peluang kerja yang paling banyak adalah bidang ini. Aku berfikir bila dengan bidang ini akan mempermudah untuk segera berangkat kerja di jepang. Sudah sebulan aku belajar mengenai kaigo ini dengan berdasar modul yang juga dapat di download di prometic website. Sempat merasa bingung dan jujur khawatir apakah bisa mencoba bidang kerja baru ini. Namun setelah berdiskusi dengan beberapa teman ...